Sihir Guardiola Buat MU Bak Tim Semenjana

Sihir Guardiola Buat MU Bak Tim Semenjana-Spekta Sports

Jakarta, CNN Indonesia — Pep Guardiola membuktikan masih salah satu jenius soal urusan meracik strategi. Ia membuktikan hal tersebut saat Manchester City mengalahkan rival sekota, Manchester United 3-1 di leg pertama semifinal Piala Liga Inggris, Selasa (7/1) waktu setempat.

Guardiola datang ke Old Trafford dengan membawa para pemain terbaik. Termasuk pula dua striker yang kerap jadi andalan, Sergio Aguero dan Gabriel Jesus.

Banyak pihak lantas memprediksi Guardiola akan memainkan salah satu dari dua penyerang tersebut. Entah itu Aguero atau Jesus sebagai targetman di lini depan.

Fakta di lapangan Guardiola malah nyaris tidak memainkan kedua pemain ini. Jesus bahkan baru masuk pada 10 menit terakhir menggantikan Kevin De Bruyne.

Sihir Guardiola Buat MU Bak Tim SemenjanaManchester City tampil dominan, terutama di babak pertama saat mengalahkan Manchester United. (AP Photo/Jon Super)

Alih-alih tampil dengan formasi 4-2-3-1, Guardiola justru memakai taktik 4-4-2. Kejutan lain dari sang pelatih adalah menempatkan De Bruyne dan Bernardo Silva berduet untuk pertama kalinya di lini depan.

De Bruyne dan Silva tidak menjalankan tugas layaknya targetman. Keduanya justru diplot Guardiola sebagai false nine alias penyerang palsu.

“Saya ingin tahu apa yang orang katakan di awal saat kami bermain tanpa Sergio dan Gabriel,” ujar Guardiola.

“Kami menang dan kami adalah jenius. Namun jika kami tidak menang, saya tahu apa yang akan terjadi.”

Keputusan Guardiola memainkan dua false nine sekaligus terbukti jitu. Pergerakan liar De Bruyne dan Silva membuat dua pemain belakang The Red Devils, Phil Jones dan Victor Lindelof, kelimpungan untuk melakukan pengawalan ketat.

Sepanjang paruh pertama, Man City tampil begitu dominan. Peluang demi peluang dibuat De Bruyne dkk untuk mengancam gawang David de Gea.

Sihir Guardiola Buat MU Bak Tim SemenjanaMarcus Rashford sempat tampil menjanjikan di awal pertandingan derby Manchester. (AP Photo/Jon Super)

Duet Marcus Rashford dan Mason Greenwood sebenarnya tampil cukup menjanjikan di awal laga buat MU. Namun kedua pemain ini mendadak hilang seiring makin dominannya permainan Man City.

Gol pertama Man City yang dicetak Bernardo Silva turut meruntuhkan mental pemain MU. Setelah itu, kesalahan demi kesalahan yang kerap dilakukan pemain MU dimanfaatkan dengan sempurna oleh Man City.

Winger Riyad Mahrez bahkan leluasa menguasai bola di kotak penalti sebelum mengecoh De Gea untuk gol kedua Man City. Sedangkan gol ketiga tercipta karena kesalahan Andreas Pereira membuang bola di dalam kotak penalti yang berujung gol bunuh diri.

[Gambas:Video CNN]
Di luar tiga gol dari Silva, Mahrez, dan bunuh diri Pereira, Man City menciptakan banyak peluang lain. Beruntung bagi MU yang tampil seperti tim semenjana, tidak semua peluang yang didapat Man City bisa jadi gol.

Sebaliknya MU seperti bermain tanpa arah pascagol Silva. De Gea dkk minim menguasai bola dan tidak memiliki rencana permainan jelas untuk bisa balik menekan The Citizens.

Di babak kedua, MU tampil lebih baik karena Man City sudah mengendurkan tekanan. Situasi itu bisa dimanfaatkan lewat terciptanya gol Marcus Rashford yang memperkecil kekalahan jadi 1-3.

Sihir Guardiola Buat MU Bak Tim Semenjana

Hanya saja reaksi yang ditunjukkan para pemain MU sudah terlambat. Sang juara bertahan Piala Liga Inggris ‘sudah memenangi laga ini’ sejak terciptanya gol dalam waktu 22 menit di babak pertama.

Hasil di laga ini juga jadi bukti kemenangan taktik Guardiola atas Ole Gunnar Solskjaer. Mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munchen itu dengan cerdik mengantisipasi permainan serangan balik cepat MU khas Solskjaer dengan memainkan dua false nine sekaligus.

Dengan taktik ini, jarak antara Mahrez dan Sterling yang diplot sebagai pemain sayap bisa lebih dekat dengan dua bek sayap yang dihuni Kyle Walker serta Benjamin Mendy. Sementara Silva dan De Bruyne bisa turun hingga ke lini tengah untuk menjaga kedalaman Man City.

Kemenangan di Old Trafford juga jadi pembalasan sempurna bagi Guardiola usai anak asuhnya dipermalukan MU 1-2 di pentas Liga Inggris. Peluang MU memang belum tertutup karena masih ada leg kedua semifinal, tetapi pengoleksi 20 gelar Liga Inggris itu memerlukan keajaiban untuk bisa membalikkan keadaan dan melangkah ke partai final Piala Liga Inggris. (jun)





berita olahraga