Rekor Operan Sukses Liverpool Tak Sehebat Man City

Simpati untuk Pendukung Liverpool yang Dianggap Menyebalkan-Spekta Sports

Jakarta, CNN Indonesia — Saya ingat dulu punya teman sewaktu kecil. Seringkali dia pasang plester di hidungnya ketika main sepak bola. Oh, tak lama kemudian saya sadar bahwa dia mengikuti gaya Robbie Fowler, striker tenar Liverpool era 90-an.

Ada lagi teman saya yang meng-Owen-kan diri saat bermain sepak bola. Ia bermain dengan mengandalkan lari cepat dan bahagia ketika disebut seperti Michael Owen, striker mungil Liverpool yang punya kecepatan rata-rata.

Mengenal sepak bola sedari kecil dan berbaur dengan banyak teman yang memiliki ragam tim favorit hingga saat ini, saya bisa menarik kesimpulan bahwa penggemar Liverpool di Indonesia atau setidaknya di sekeliling saya adalah penggemar paling loyal, militan, dan tak mau menghilang saat tim kesayangan mereka terpuruk.



Setelah saya cerna lagi tahun-tahun yang telah dilewati, baik secara langsung maupun lewat dunia maya, pendukung Liverpool tak pernah gentar tampil maju ke depan, bahkan ketika Liverpool sedang tidak dalam orbit juara.
Simpati untuk Pendukung Liverpool yang Dianggap MenyebalkanRobbie Fowler dan Michael Owen adalah dua ikon Liverpool di era 90-an. (AFP/ODD ANDERSEN)

Para pendukung Liverpool tetap bangga atas tim kesayangan mereka sambil sesekali melontarkan sindiran atau ejekan terhadap kemampuan manajemen ‘The Reds’ dalam membentuk tim tangguh.

Namun sepertinya hal itu tidak hanya berlaku di Indonesia saja, melainkan seluruh dunia. Pendukung Liverpool seolah memiliki karakter yang serupa.

Saya ingat jelas ketika Liverpool gagal juara di musim 2013/2014. Momen ketika Steven Gerrard terpeleset pada laga lawan Chelsea yang kemudian jadi momen krusial dalam kegagalan ‘The Reds’ jadi juara bukan hanya membanggakan bagi pendukung Manchester City yang akhirnya juara di musim itu.

Momen tersebut membahagiakan bagi semuanya, termasuk pendukung Manchester United yang dianggap rival utama Liverpool dalam status tim terhebat. Ejekan Gerrard terpeleset yang sering dikombinasikan dengan adegan Gerrard mencium kamera [tanpa pernah mencium trofi Liga Inggris] jadi ejekan yang bertahan untuk waktu yang cukup lama di dunia maya.

Simpati untuk Pendukung Liverpool yang Dianggap MenyebalkanMomen Steven Gerrard terpeleset dan membuat Liverpool gagal juara di Liga Inggris pada 2014 masih sering dijadikan bahan ejekan. (AFP PHOTO / PAUL ELLIS)

Saya melihat militansi pendukung Liverpool, setidaknya di dunia twitter, tidak bisa diimbangi oleh pendukung tim-tim lain. Penggemar Manchester United yang timnya melempem dalam beberapa tahun terakhir seolah lebih banyak tiarap dan menelan kenyataan pahit. Pun begitu halnya pendukung Arsenal yang dianggap lebih pasrah soal jadi tim yang hanya berburu peringkat keempat.

Pendukung Barcelona yang Lionel Messi-nya kesulitan memimpin Barcelona jadi juara Liga Champions tidak lagi segalak awal-awal dekade 2010-an ketika banyak pendukung Barcelona bermunculan dimana-mana.

Kepercayaan diri pendukung Liverpool di atas itu. Pendukung Liverpool sudah bersikap sombong sebelum tim kesayangan mereka punya kekuatan yang layak disombongkan. Tentu bisa dibayangkan betapa tingginya para pendukung Liverpool saat tim mereka benar-benar punya kualitas yang layak dikagumi dan dihormati.

Tak Layak Menggugat Liverpool

Kehadiran Jurgen Klopp di Liverpool jadi titik awal kebangkitan tim Merseyside tersebut. Pemilik Liverpool yang sebelumnya terus mendapat kecaman dari suporter karena tidak memiliki kebijakan mempertahankan bintang, tak lagi banyak mendapat serangan.

Manajemen Liverpool menjanjikan kebebasan pembelian pada Klopp dan Klopp menunjukkan pembelian yang bertahap dan punya visi ke depan. Bukan sekadar pembelian jor-joran menghabiskan uang banyak untuk mengharap hasil instan.

Klopp mengumpulkan satu per satu pemain yang dinilai bisa menjalankan filosofi bermain miliknya hingga akhirya terbentuk Liverpool yang ada dalam dua musim terakhir. Melihat skuat Liverpool saat ini seolah melihat tim ‘dream team’ padahal Liverpool saat ini adalah tim yang dibangun perlahan sehingga memiliki potensi untuk menjadi sebuah dinasti yang punya kekuasaan dalam waktu lama.

Simpati untuk Pendukung Liverpool yang Dianggap MenyebalkanJurgen Klopp sukses membuat Liverpool jadi tim yang punya kekuatan menakutkan. (AP Photo/Rui Vieira)

Mayoritas pemain di dalamnya berkembang seiring meningkatnya kualitas Liverpool, bukan ala Los Galacticos Real Madrid di era 2000-an yang memang mengumpulkan pemain-pemain terbaik yang ada di muka bumi saat itu.

Dalam dua musim terakhir, Liverpool sudah menunjukkan potensi untuk jadi tim yang bisa berkuasa dalam waktu lama. Namun musim lalu, Liverpool kembali jadi sasaran ejekan karena 97 poin yang mereka kumpulkan hanya mengantar mereka jadi runner up, selisih satu poin dari Manchester City yang keluar jadi juara.

Liverpool dan pendukungnya kembali jadi bahan tertawaan, bahkan oleh pendukung tim lain yang posisinya jauh di bawah ‘The Reds’. Namun setidaknya senyum masih menghias pendukung Liverpool karena mereka mampu jadi juara Liga Champions disusul Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub beberapa bulan berikutnya.

Tajuk yang ada di dunia sepak bola saat ini seolah ‘Liverpool vs The World’ karena orang-orang di luar pendukung Liverpool seolah senang bila melihat Liverpool gagal juara, tak peduli kondisi tim kesayangan mereka sendiri.

Liverpool sendiri seolah tidak berjodoh dengan Liga Inggris era Premier League. Mereka belum pernah jadi juara era Premier League dan terakhir kali jadi Raja Inggris pada tahun 1990. Kegagalan itulah yang kemudian masih jadi cemoohan oleh pendukung tim lain. Kegagalan itulah yang kemudian diharapkan pendukung tim lain terus dilestarikan oleh Liverpool.

Di musim ini, pendukung Liverpool nyaris bisa menertawakan mereka yang mengutuk dan menyumpahi Liverpool untuk gagal juara. Liverpool tampil nyaris sempurna dan menyudahi putaran pertama Liga Inggris dengan catatan 18 kemenangan dan hanya satu hasil imbang.

Dalam kondisi belum juara ini pun, sesumbar-sesumbar pendukung Liverpool sudah terdengar. Mereka tak lagi hanya berharap juara Liga Inggris melainkan ‘invincible season’ dan treble.

Ketika Liverpool kalah dari Watford, suara-suara anti-Liverpool yang tertahan cukup lama, akhirnya bisa keluar. Kekalahan dari Watford tersebut tak mengganggu jalan Liverpool menuju tangga juara namun setidaknya mereka yang anti-Liverpool tidak sampai harus melihat ‘The Reds’ juara dengan catatan tak terkalahkan.

Saat Liverpool tersingkir di Piala FA dan Liga Champions dalam waktu berdekatan, sorakan mereka yang anti-Liverpool juga makin nyaring. Mereka seolah bersyukur Liverpool hanya akan mendapat satu gelar musim ini, yaitu Liga Inggris karena mereka tak bisa membayangkan betapa berisiknya pendukung Liverpool bisa berhasil meraih treble.

Simpati untuk Pendukung Liverpool yang Dianggap MenyebalkanKeberhasilan Atletico mengalahkan Liverpool membuat gembira mereka yang tak menyukai kesuksesan Liverpool. (AP/Jon Super)

Ketika Liverpool hanya berjarak enam poin dari gelar juara Liga Inggris, pandemi Corona melanda dunia. Liga Inggris dihentikan sesaat namun hingga kini belum jelas kapan dimulai.

Dari hitungan di atas kertas, hanya Manchester City yang masih sanggup mengejar Liverpool meskipun hal itu sangat sulit. Sedangkan 17 tim lainnya dipastikan tidak mungkin menyusul Liverpool.

Karena itu aneh bila melihat usulan agar kompetisi Liga Inggris musim ini dianggap tidak ada dan dihanguskan, terlebih bila komentar itu muncul dari pihak-pihak yang sudah kalah dalam perang perburuan gelar musim ini.

Simpati untuk Pendukung Liverpool yang Dianggap Menyebalkan

Bila keputusan seperti itu yang diambil, tentu menyedihkan bagi Liverpool dan pendukungnya. Beda halnya bila kondisi yang ada seperti Liga Italia atau Liga Spanyol yang selisih poinnya sangat ketat di antara dua tim teratas.

Tidak adil rasanya untuk Liverpool bila Liga Inggris memutuskan menghanguskan kompetisi musim ini dengan alasan agar kompetisi musim depan bisa bergulir tepat waktu. Penghentian kompetisi baru terasa adil bila FA menobatkan Liverpool sebagai juara dan melakukan penyesuaian lain perihal jatah zona Liga Champions dan sistem promosi-degradasi.

Simpati untuk Pendukung Liverpool yang Dianggap MenyebalkanLiverpool di era Klopp punya potensi untuk jadi tim yang dikenang sepanjang sejarah. (AP Photo/Hassan Ammar)

Saat ini FA masih menyatakan penundaan Liga Inggris tanpa batas waktu yang artinya belum ada deadline kompetisi musim ini bakal dinyatakan hangus.

Sebagai orang yang tak memiliki klub favorit, saya berharap bisa menyaksikan Liverpool jadi juara Liga Inggris musim ini. Saya berharap pandemi Corona segera berakhir sehingga kompetisi Liga Inggris dan agenda olahraga lainnya di dunia bisa kembali bergulir seperti biasa.

Soal nantinya pendukung Liverpool bakal sombong dan menepuk dada ketika melihat tim kesayangan mereka juara, cukuplah menganggap itu sebagai salah satu hal yang membuat dunia olahraga makin berwarna. (har)





berita olahraga