Diejek Suporter Liverpool, Pemain Everton Marah-marah

Suporter Liverpool Protes Kebijakan Merumahkan Karyawan-Spekta Sports

Jakarta, CNN Indonesia — Suporter Liverpool yang tergabung dalam Spirit of Shankly melayangkan protes terhadap kebijakan merumahkan karyawan klub.

Kelompok suporter tersebut meminta Direktur Eksekutif Peter Moore memberikan rincian mengenai keputusan merumahkan staf di tengah krisis pandemi virus corona.

“Anda akan melihat reaksi negatif dari suporter terhadap pengumuman klub terhadap rencana untuk merumahkan sejumlah karyawan,” tulis Joe Bolt, ketua Spirit of Shankly, lewat surat terbuka yang dikutip Guardian.



“Kami memahami pada dasarnya ini masalah karyawan dan pemberi kerja. Tapi, sebagai perwakilan pendukung resmi Liverpool yang diakui, kami prihatin dengan kerusakan reputasi dan nilai-nilai klub kami.”
Beda dengan Liverpool, Man City Tolak Potong Gaji Karyawan

Sebelumnya, kebijakan tersebut menuai kecaman dari mantan pemain The Reds. Jamie Carragher, Stan Collymore, hingga Dietmar Hamman ikut mengkritik kebijakan negatif bekas klubnya itu.

Reputasi Liverpool sebagai klub elite sekaligus calon kuat juara Premier League musim ini bisa tercoreng akibat keputusan yang diambil petinggi klub.

Apalagi di tempat terpisah, klub rival mereka Manchester City, baru saja mengumumkan tidak akan merumahkan karyawan atau memotong gaji karyawan mereka.

Saat ini Liverpool berada di puncak klasemen Liga Inggris dengan keunggulan 25 poin dari Man City yang menguntit di posisi kedua.

Namun, kompetisi harus ditangguhkan sementara hingga batas waktu yang tak ditentukan demi menekan penyebaran Covid-19.

[Gambas:Video CNN] (jun)





berita olahraga