Suporter PSIS Kritik Ganjar Soal Stadion Jatidiri

Suporter PSIS Kritik Ganjar Soal Stadion Jatidiri-Spekta Sports

Jakarta, CNN Indonesia —

Masyarakat pecinta sepakbola pendukung klub PSIS Semarang melayangkan kritik Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang tak segera merampungkan proyek renovasi GOR Jatidiri Semarang, yang selama ini menjadi homebase PSIS.

“Serangan” bernada protes kepada Ganjar inipun sudah hampir sepekan muncul di media sosial dengan tagar #2021BalikJatidiri. Bahkan, tulisan protes ke Ganjar juga disampaikan melalui spanduk yang dipasang di sejumlah sudut jalan dan jembatan penyeberangan orang.

Merasa masih belum cukup karena respon dingin Ganjar di media sosial, pendukung PSIS mengirimkan puluhan karangan bunga di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah Jalan Pahlawan Semarang pada Senin (21/12) pagi.

Namun, tak sampai terpasang lama, puluhan karangan bunga tersebut disingkirkan oleh petugas Satpol Pamong Praja dengan alasan menjaga kebersihan.

“Sebenarnya tujuan kita awalnya bertanya ke pak Gubernur Ganjar, Stadion GOR Jatidiri itu jadinya kapan. Kalau sudah bisa dipakai meski belum semua rampung, PSIS bisa pindah dulu. Tapi yang bikin kita emosi, jawaban Gubernur itu lucu. Masak jawabnya, mengko bengi (nanti malam), sesuk (besok). Ada lagi yang jawabnya, lah njenengan bantu nopo, Den (lah anda mau bantu apa)”,ujar Ketua Suporter PSIS Panser Biru Wareng di Semarang, Senin (21/12).

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi usai melakukan Rakor Penanganan Covid-19 di Kantor Gubernur Jateng, Selasa, (15/9).Ganjar Pranowo menyebut proses pembangunan agar molor karena pandemi covid. (CNN Indonesia/ Damar)

Wareng menyebut bila dirinya bersama para suporter sempat mempertanyakan hal yang sama di tahun 2019 lalu, dan itu dijawab Ganjar dengan melihat langsung proyek Jatidiri dengan memberikan pernyataan akan rampung pada 2020.

Para suporter PSIS merasa prihatin karena proyek renovasi kompleks GOR Jatidiri sejak 2016 membuat PSIS harus berpindah-pindah Homebase ke Magelang dan Kendal. Padahal, PSIS saat ini menjadi kebanggaan warga Kota Semarang dan Jawa Tengah karena bertengger di kompetisi Liga 1.

“Ya kita kan bangga cinta dengan PSIS. Tapi lihatnya jadi prihatin,nggak punya homebase tetap, pindah ke Magelang terus Kendal hanya karena nggak ada Stadion di Semarang. Punya di Jatidiri, tapi direnovasi nggak jadi-jadi”, tambah Wareng.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat dikonfirmasi menyayangkan adanya respon yang berlebihan kepada dirinya, termasuk lewat karangan bunga yang hanya mengotori. Ganjar pun langsung menelpon CEO PSIS Yoyok Sukawi agar melakukan prosedur resmi yaitu manajemen mengirimkan surat resmi kepada dirinya.

Pemain PSIS Semarang Rio Saputro (kanan) menghadang pemain Persipura Sylvano Comvalius (kiri) pada pertandingan pekan pertama Shopee Liga 1 2020 di Stadion Klabat, Manado, Sulawesi Utara, Minggu (1/3/2020). Persipura menang atas PSIS Semarang dengan skor 2-0. ANTARA FOTO/Adwit B Pramono/wsj.PSIS harus memainkan laga kandang di Magelang atau Kendal karena Stadion Jatidiri masih direnovasi. (ANTARA FOTO/ADWIT B PRAMONO)

“Ya saya agak kaget tadi pagi dikasih video, wah ada karangan bunga. Saya kirimkan kepada pak Yoyok, terimakasih atas karangan bunganya , sayangnya tidak ada satupun dari mereka yang protes menyampaikan secara resmi kepada saya. Saya tidak mengerti apa yang diinginkan , kalau ingin kembali jangan khawatir kalau sudah selesai pasti kita akan berikan kepada masyarakat siapapun yang ingin menggunakan”, ungkap Ganjar usai memimpin Operasi Lilin Candi di Mapolda Jateng, Senin (21/12) pagi.

Ganjar juga menjelaskan bila proyek renovasi Jatidiri awalnya ditarget rampung pada tahun 2021. Namun karena covid, proses pembangunan menjadi molor.

“Sebenarnya targetnya di tahun 2021 , tapi karena kemarin anggaran kita refocusing maka kemungkinan akan molor , karena pembangunan ini bukan pembangunan stadion Sepakbola , ini pembangunan khawasan sehingga yang sudah jadi ada kolam renang , tenis , ada di tambah lapangannya trus kemudian ada sepatu roda.”

“Ini belum selesai karena nanti akan kita buatkan gedungnya ke atas , jadi mohon teman-teman bersabar kalau berkenan, kalau bisa mbok ya jangan membuat spanduk yang mengotori tempat tempat , manajemen nya ngobrol saja dengan saya,” tutur Ganjar.

Secara terpisah, CEO PSIS Yoyok Sukawi yang dihubungi CNN Indonesia mencoba meluruskan bahwa yang dilakukan para suporter tidak berhubungan sama sekali dengan pihak manajemen. Yoyok pun akan memberikan klarifikasi pada Rabu mendatang karena dirinya saat ini tengah berada di Bali.

“Itu pyur murni aksi suporter, tidak berhubungan sama sekali dengan manajemen. Kita nggak tahu apa-apa, selama ini kita nrimo aja kondisi. Ini saya lagi di Bali, nanti Rabu saya balik akan jelaskan”, kata Yoyok yang juga anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat.

(ptr/ptr)

[Gambas:Video CNN]






berita olahraga