Syahrian dan Ikhsan, Duel Sahabat di Indonesia vs Singapura

Syahrian dan Ikhsan, Duel Sahabat di Indonesia vs Singapura-Spekta Sports

Jakarta, CNN Indonesia — Laga Indonesia vs Malaysia pada SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Kamis (28/11), bakal menjadi duel dua sahabat beda negara.

Striker The Young Lions, Ikhsan Fandi, merupakan sahabat dari gelandang Garuda Muda, Syahrian Abimanyu.

Kepada The Strait Times, Ikhsan mengaku bahwa Syahrian adalah teman sepermainan ketika putra dari pelatih Singapura, Fandi Ahmad itu masih tinggal di Jakarta bersama sang ayah.

“Saya mengenal baik sejumlah pemain [Timnas Indonesia]. Syahrian Abimanyu adalah teman terdekat saya di tim.”

“Kami pernah bermain bersama sekitar tiga tahun ketika saya dan keluarga masih tinggal di Jakarta,” ujar Ikhsan.

Syahrian Abimanyu gelandang andalan skuat arahan Indra Sjafri. (Syahrian Abimanyu gelandang andalan skuat arahan Indra Sjafri. (CNN Indonesia/Hesti Rika)

Fandi tercatat pernah menangani Pelita Jaya di kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada kurun 2006 hingga 2010. Saat itu usia Ikhsan masih tujuh hingga 11 tahun ketika ikut sang ayah tinggal di Jakarta.
Ikhsan sebelumnya mengaku kecewa usai Singapura ditahan imbang Laos tanpa gol. Kekecewaan pemain 20 tahun itu kian besar karena beberapa kali gagal mencetak gol dari peluang emas.

[Gambas:Video CNN]
“Itu sangat membuat frustrasi karena saya berada di posisi yang bagus [untuk mencetak gol]. Namun, kami tidak memikirkan pertandingan lawan Laos.”

“Ini adalah turnamen yang sangat singkat sehingga kami harus kembali menyatukan kekuatan dan bersiap untuk [melawan] Indonesia,” kata Ikhsan.

Syahrian dan Ikhsan, Duel Sahabat di Singapura vs Indonesia

Sebelumnya, Fandi mengatakan Singapura berstatus sebagai underdog atau tidak diunggulkan jelang lawan Indonesia.

“Mungkin label underdog cocok bagi kami sekarang. Indonesia bakal percaya diri setelah mengalahkan tim juara [SEA Games, Thailand].”

“Mungkin pertandingan nanti akan lebih terbuka jika mereka [Indonesia] menganggap kami tim lemah. Kami harus benar-benar siap. Mereka punya para pemain sayap yang cepat, dan bek sayap yang bisa menyerang,” kata Fandi dikutip dari The Strait Times. (bac/jal)





berita olahraga