Usai Kecelakaan, Momota Belum Boleh Tinggalkan Rumah Sakit-Spekta Sports

Kento Momota Kecelakaan Jelang Indonesia Masters

Jakarta, CNN Indonesia — Kento Momota┬ábelum boleh meninggalkan Rumah Sakit Putrajaya setelah mengalami kecelakaan mobil di Kuala Lumpur Malaysia, Senin (13/1) subuh waktu setempat.

Atlet badminton nomor satu dunia itu mengalami luka retak tulang hidung. Dia dirawat bersama pelatih Hirayama Yu, fisioterapis Morimoto Akifumi, dan petugas BWF William Thomas yang juga menumpangi minibus nahas tersebut.

Sementara sopir minibus, Bavan Nageswarau, meninggal di tempat dalam kecelakaan di kilometer 13 Jalan Raya Maju Expressway, Putrajaya. Bagian depan minibus itu ringsek menabrak belakang truk tanah.

“Perwakilan dari BAM [Asosiasi Badminton Malaysia] terus melakukan komunikasi dengan pelatih kepala [badminton] Jepang, Park Joo Bong. Dia masih akan dirawat di rumah sakit,” demikian pernyataan resmi dari BAM dikutip dari Bernama.

Kondisi minibus yang mengalami kecelakaan di Putrajaya, Kuala Lumpur. (Kondisi minibus yang mengalami kecelakaan di Putrajaya, Kuala Lumpur. (Astro Malaysia via AP))

Keputusan tersebut diambil setelah mendapatkan saran dari para dokter. Momota masih harus mendapat pemeriksaan intensif dan belum boleh meninggalkan rumah sakit.
Sebelumnya perwakilan BWF membantah pemberitaan yang menyebut bahwa Momota mengalami luka patah hidung karena kecelakaan.

“Seperti yang dilaporkan dengan benar, Kento Momota memiliki sedikit luka pada bagian sinus maksilaris [daerah di bawah mata] kanan dan retak tulang hidung. Hidungnya tidak patah,” demikian pernyataan resmi BWF.

Usai Kecelakaan, Kento Momota Masih Harus Dirawat

Momota mengalami kecelakaan kurang dari 24 jam usai pebulutangkis asal Jepang itu memastikan gelar Malaysia Masters 2020. Dia mengalahkan Viktor Axelsen di final, Minggu (12/1). Momota sendiri sudah memastikan mundur di ajang Indonesia Masters 2020 sebelum kecelakaan maut terjadi. (bac/nva)





berita olahraga