Virus Corona dan Takdir Aneh Khabib vs Ferguson di UFC-Spekta Sports

Virus Corona dan Takdir Aneh Khabib vs Ferguson di UFC

Jakarta, CNN Indonesia — Mungkin hanya UFC yang belum memastikan penundaan setelah sejumlah ajang olahraga setop sementara di tengah situasi darurat virus corona di dunia.

Presiden UFC, Dana White, masih bersikeras duel UFC 249 akan tetap digelar sesuai jadwal: 18 April. Sikap keras kepala White bisa dipahami.

Pasalnya, duel UFC 249 mempertemukan dua jagoan top UFC: Khabib Nurmagomedov vs Tony Ferguson. Belajar dari pengalaman, sudah empat kali duel yang sempat direncanakan batal karena faktor-faktor teknis maupun nonteknis.



Kini, UFC kembali diuji tetap menggelar duel itu atau disetop sementara di tengah virus corona. Ujian tersebut sekaligus menambah daftar panjang takdir aneh rencana pertarungan Khabib vs Ferguson.

Kali pertama Khabib vs Ferguson digelar pada 2015. Namun, duel itu batal. Pasalnya, petarung asal Rusia itu mengalami cedera tulang rusuk dan menarik diri dari pertarungan dua bulan sebelum laga dimulai.

Dana White bersikeras menggelar duel Khabib vs Ferguson di tengah virus corona. (Dana White bersikeras menggelar duel Khabib vs Ferguson di tengah virus corona. (AFP/Michael Ciaglo)

Posisi Khabib kemudian digantikan oleh Edson Barboza di laga tersebut. Ferguson sukses mengalahkan Barboza dengan submission.

Duel Khabib vs Ferguson dijadwal ulang pada 2016. Namun, giliran Ferguson yang memutuskan mundur dari pertarungan 11 hari sebelum laga digelar. El Cucuy memgalami masalah paru-paru.

Posisi Ferguson digantikan Darrell Horcher. Khabib lalu menang TKO di ronde kedua saat menghadapi Horcher.

UFC kembali mengatur rencana duel jagoan UFC tersebut. Duel Khabib vs Ferguson direncanakan pada UFC 219, 2017.

Namun beberapa hari sebelum duel digelar, Khabib bermasalah dalam acara timbang badan. Dia dilarikan ke rumah sakit karena mengalami masalah saat program penurunan berat badan.

Virus Corona dan Takdir Aneh Khabib vs Ferguson di UFC

Terakhir, UFC kembali merencanakan Khabib dan Ferguson naik dalam satu arena octagon pada 2018. Semua sempat berjalan baik-baik saja.

Namun, laga itu kembali batal. Penyebab utamanya terbilang lebih aneh lagi. Ferguson terjatuh karena tersandung kabel sehingga menyebabkan ia mengalami robek otot di bagian lutut.

Khabib akhirnya menghadapi Al Iaquinta karena Max Holloway yang ditunjuk sebagai pengganti Ferguson ternyata juga tidak dalam kondisi sehat. Khabib sukses menang dan merebut sabuk gelar juara dunia kelas ringan.

Faktor-faktor yang menyebabkan duel Khabib vs Ferguson gagal digelar memang terdengar aneh. Namun, Dana White tak mau menyerah.

White seolah ingin melawan takdir aneh bahwa Khabib vs Ferguson memang tak dijodohkan untuk saling baku hantam di atas octagon.

Dia kembali merencanakan duel tersebut pada 2020. Pada Oktober, UFC memastikan duel Khabib vs Ferguson bakal digelar 18 April 2020 di Barclays Center, New York.

Virus Corona dan Takdir Aneh Khabib vs Ferguson di UFCTony Ferguson sudah empat kali batal lawan Khabib Nurmagomedov. (Ethan Miller/Getty Images/AFP)

Semua terlihat berjalan lancar. Sesi konferensi pers bahkan sudah dijalani kedua petarung di Las Vegas pada 6 Maret. Khabib dan Ferguson pun saling menebar provokasi.

Namun, penyebaran virus corona di dunia, termasuk di Amerika Serikat, semakin mengkhawatirkan. Situasi itu membuat duel UFC terancam dihentikan sementara.

Apalagi setelah pihak New York State Athletic Comission (NYSAC) bahwa UFC 249 memastikan duel itu tak bisa digelar di wilayahnya. Pasalnya, Gubernur Andrew Cuomo melarang kegiatan yang melibatkan lebih dari 500 orang untuk menekan penyebaran virus corona.

UFC sempat melobi Nevada State Athletic Committee (NSAC) agar duel itu digelar di Negara Bagian Nevada. Namun, upaya itu juga berat.

Pasalnya, pihak NSAC juga sudah telanjur melarang seluruh event olahraga beladiri di sejumlah tempat di Nevada.

Virus Corona dan Takdir Aneh Khabib vs Ferguson di UFC

Kans gelaran Khabib vs Ferguson di Amerika Serikat pun semakin tipis apabila pemerintah Amerika Serikat resmi memberlakukan lockdown karena virus corona.

“Kecuali ada penutupan total di negara ini, di mana orang-orang tidak bisa meninggalkan rumah atau seperti itu. [Jika tidak] pertarungan akan terjadi. Kami tetap jalan dan [Khabib vs Ferguson] akan bertarung,” ujar White dikutip dari Yahoo Sports.

“Kami akan mendapatkan venue dan mencari jalan keluar. Satu-satunya yang akan menghentikan kami adalah pemerintah melakukan penutupan, di mana orang-orang tidak bisa meninggalkan rumah,” ucap White.

Belakangan, White membuka wacana bakal menggelar duel Khabib vs Ferguson di luar Amerika Serikat jika status negara itu resmi lockdown.

UFC memang sulit memundurkan jadwal karena Khabib sendiri menegaskan tidak akan mau bertarung pada bulan Ramadan.

Pelatih Khabib, Javier Mendez, bahkan mengatakan petarungnya bersedia bertarung melawan Ferguson di negara mana pun selain di Amerika Serikat.

“Kami siap pergi ke tempat manapun yang dibutuhkan agar laga ini terlaksana. Kami mendengar Las Vegas lalu kemudian rencana itu batal karena komisi atletik membatalkan semua laga. Kami mendengar laga digelar di Oklahoma kemudian kembali batal.”

“Saya membaca ayah Khabib ingin duel di Abu Dhabi dan saya rasa itu ide bagus namun tentu tidak ada yang tahu peraturan yang saat ini diterapkan di sana karena situasi ini [penyebaran virus corona] butuh pemantauan dari hari ke hari,” tutur Mendez seperti dikutip dari MMA Mania.

Khabib saat menaklukkan Dustin Poirier. (Khabib saat menaklukkan Dustin Poirier. (AP Photo/ Mahmoud Khaled)

Kemungkinan duel di luar Amerika Serikat itu pun dilakukan tanpa mengundang penonton di arena. Namun, tetap bukan perkara mudah menggelar laga di luar Amerika Serikat dalam situasi darurat virus corona di dunia.

Mantan petarung mixed martial art (MMA) Ben Asrken, pun mengusulkan ide pertarungan Khabib vs Ferguson masih bisa dilakukan tanpa penonton dan membatasi jumlah perseonel.

Dia menyarankan, UFC tetap menggelar duel itu dengan jumlah personel 10 orang, termasuk Khabib dan Ferguson. Duel itu pun hanya Khabib vs Ferguson, tak perlu partai tambahan.

[Gambas:Video CNN]

“Yang kita butuhkan hanya Tony dan Khabib, kita tidak butuh petarung lainnya. Jadi di Amerika hanya ada boleh 10 orang maksimal, Anda tidak diperkenankan bergerombol lebih dari 10 orang. Jadi ada Tony, Khabib, tiga juri. Tetapi juri juga bisa dari jarak jauh, jadi Anda tidak benar-benar memerlukan mereka.”

“Ada wasit, ada Dana, ada Bruce Buffer dan mungkin ada Joe Rogan. Mungkin juri ada di luar arena dalam jarak yang jauh dan ada juga masing-masing dua pelatih, atau satu pelatih. Saya rasa itu adalah cara agar kita bisa menyiarkan pertarungan dengan jumlah 10 orang,” jelas Askren dikutip dari MMA Mania.

Secara hitung-hitungan, UFC masih tetap mendapat masukan dari tayangan televisi bayar sekali tayang dan tayangan live streaming meski tanpa penonton di arena. Namun, rencana itu tetap akan mentah jika benar Amerika Serikat memastikan status lockdown.

Skenario terburuk tentu duel itu bisa digelar di negara-negara Karibia atau Amerika Selatan dengan tanpa penonton.

White memang tak mau menyerah untuk menyetop UFC 249 karena laga ini jadi satu-satunya hiburan di tengah event olahraga dunia yang mati suri.

Dengan cara minimalis seperti itu, White masih mungkin memutus rantai kutukan duel Khabib vs Ferguson yang selalu gagal. Lagi pula, dia juga bisa menyelamatkan seluruh stafnya di UFC yang terancam menganggur tanpa pekerjaan jika duel itu disetop sementara. (nva)





berita olahraga