Xhaka: Kami Terlalu Penakut

Xhaka: Kami Terlalu Penakut | Pandit Football Indonesia-Spekta Sports

Arsenal gagal mempertahankan keunggulan dua gol mereka saat menghadapi Watford pada pekan kelima Liga Primer Inggris 2019/20. Di akhir laga, The Gunners pun akhirnya harus puas dengan raihan satu poin atas hasil imbang 2-2 melawan Watford.

Menurut gelandang Arsenal, Granit Xhaka, Arsenal bermain sangat buruk pada babak kedua. Setelah unggul dua gol, rekan-rekan setimnya malah takut untuk menguasai bola.

“Kami sangat kecewa. Kami punya babak pertama yang bagus dan kemudian setelah keluar dari ruang ganti kami bermain sangat buruk di babak kedua dan kami mendapatkan apa yang sepantasnya kami dapatkan,” kata Xhaka pada BBC Sport.

“Kami tahu mereka [Watford] tidak akan menyerah dan mereka akan terus mendatangi kami tapi kami tidak menunjukkan permainan kami. Kami terlalu takut. Tidak ada satu pemain pun yang ingin menguasai bola. Semua tim di Liga Primer Inggris cukup kuat untuk bisa mencetak gol karenanya kamu harus tetap tenang, secara mental harus tetap kuat, tapi kami gagal.”

Arsenal mampu unggul dua gol lebih dulu melalui sepasang gol Pierre-Emerick Aubameyang pada babak pertama. Namun blunder Sokratis Papastathopoulos dan pelanggaran yang dilakukan David Luiz di kotak penalti berujung gol Watford. Keduanya terjadi pada babak kedua. Kemenangan Arsenal pun buyar.

Bukan kali ini saja pemain belakang Arsenal melakukan blunder. Pada laga melawan Liverpool, misalnya, gol penalti Mohamed Salah juga tak lepas dari pelanggaran David Luiz di kotak penalti. Sejak pra-musim, Arsenal memang punya masalah di lini belakang, sampai akhirnya merekrut Luiz dari Chelsea. Namun ternyata kehadiran Luiz masih belum menjadi solusi di lini pertahanan Arsenal.

Arsenal sendiri memang tak tampil superior pada laga melawan Watford. Pada babak pertama, meski mampu mencetak dua gol, hanya tiga kali skuat asuhan Unai Emery itu menciptakan peluang. Watford kala itu sudah melepaskan 8 tembakan.

Pada babak kedua Watford semakin menggila. Dengan memasukkan pemain-pemain seperti Andre Gray dan Roberto Pereyra, Watford yang kini dilatih oleh Quique Sanchez Flores semakin leluasa dalam menyerang. Total 31 tembakan mereka catatkan, Arsenal hanya 8 tembakan saja.


Menurut Xhaka, babak kedua di Vicarage Road memang menjadi pertandingan yang sulit bagi Arsenal. Masuknya Joe Willock, Lucas Torreira, dan Reiss Nelson pun tak mampu memperbaiki keadaan.

“Laga berikutnya kami harus tampil lebih baik. Bukan kali ini saja kami kalah dengan situasi seperti ini. Kami kalah total di babak kedua. Kami sebenarnya menyadari mereka akan menekan kami dengan sangat intens tapi kami juga seharusnya lebih menunjukkan karakter dan tidak jadi penakut.”

“Kami sudah membicarakannya. Kami tidak boleh lagi tampil seperti di babak kedua tadi. Tapi kami juga harus bersyukur dan berbahagia atas satu poin yang kami raih,” sambung Xhaka.

Pada laga tersebut Arsenal untuk pertama kalinya memainkan Mesut Ozil pada musim ini. Gelandang asal Jerman ini berkontribusi besar atas gol kedua Arsenal karena umpan terobosannya diteruskan Ainsley Maitland-Niles pada Aubameyang. Namun Ozil hanya bermain selama 60 menit, digantikan Willock.

Atas serangan-serangan yang dilancarkan oleh Watford juga Arsenal semakin mantap menjadi kesebelasan yang paling serang mendapatkan ancaman di Liga Primer Inggris. Total 96 tembakan yang mengarah ke gawang Bernd Leno adalah yang paling banyak. Arsenal benar-benar belum menemukan solusi di lini pertahanan.

Highlight pertandingan Watford vs Arsenal bisa disaksikan pada tautan ini.